rss

Selasa, 23 November 2010

Perawatan Miss V


Organ intim atau vagina perlu perhatian khusus, karena rentan terhadap infeksi jamur.



Organ reproduksi wanita yang satu ini letaknya memang di bawah dan selalu tertutup. Meski begitu, bukan berarti organ ini harus luput dari perhatian Anda.

Awas, rentan infeksi jamur. Vagina adalah organ intim yang sangat rawan terinfeksi jamur, khususnya kalau Anda lalai menjaga kebersihannya. Hal ini antara lain karena daerah tropis yang kita tempati ini, adalah tempat yang subur bagi perkembangan jamur.

Masalahnya, infeksi jamur bisa menyebabkan keputihan yang jelas membuat Anda benar-benar jadi tidak nyaman. Beberapa gejala bila mengalami keputihan adalah:
  1.  Keluarnya cairan yang bertekstur kental.
  2.  Cairan berwarna putih susu atau kekuningan.
  3.  Vagina gatal dan berbau.
Jangan asal merawat. Sebenarnya vagina punya mekanisme alamiah untuk membersihkan dirinya sendiri. Dari mana? Melalui cairan yang diproduksinya setiap hari.

Proses pembersihan diri ini juga dibantu oleh bakteri-bakteri baik yang ada dalam vagina. Bakteri tersebut memang bertugas menjaga vagina dari serangan bakteri-bakteri jahat yang datangnya dari luar.

Meski begitu, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan agar Anda bisa terhindar dari infeksi jamur.
  1. Bersihkan vagina sehabis buang air besar dan kecil. Caranya, siram air dari arah vagina ke anus. Jangan lakukan sebaliknya, karena Anda akan memindahkan kuman dari anus ke vagina.
  2.  Keringkan vagina dengan handuk lembut atau tisu yang tidak mudah robek dan tidak beraroma. Ingat, vagina dan daerah sekitarnya adalah daerah yang sangat sensitif dan lembab. Kondisi ini amat disukai jamur!
  3.  Basuh vagina dengan air tawar bersih dan sedikit sabun setiap habis mandi. Ingat, yang dibasuh hanya daerah luar vagina.
  4.  Ganti celana dalam, minimal 2 kali sehari. Menggunakan baju dalam yang sama dari pagi sampai sore bisa memicu perkembangan jamur.
  5.  Pilih celana dalam katun atau kaus, karena menyerap keringat.
  6.  Pastikan kebersihan air di toilet umum . Tak ada salahnya menyiapkan air minum dalam kemasan untuk membersihan vagina sehabis buang air di toilet umum.
  7.  Bila sedang haid, ganti pembalut secara teratur , yaitu 4–6 kali sehari dan setelah buang air kecil dan besar. Jika darah haid Anda sedang banyak-banyaknya, ganti pembalut setiap 2 jam. Saat haid, kuman mudah masuk dan dapat menyebabkan penyakit pada saluran reproduksi.
  8.  Pilih pembalut yang oke, yaitu terbuat dari bahan yang lembut (agar dapat menyerap), tidak beraroma, serta merekat dengan baik pada pakaian dalam Anda.
  9.  Jangan coba-coba menyemprotkan wewangian atau menggunakan sabun yang terlalu wangi untuk menghilangkan bau vagina! Tindakan Anda ini justru menyebabkan iritasi dan mengganggu keseimbangan kimiawi dalam vagina.
Untuk membantu proses tersebut anda bisa Gunakan Tissue Majakani HERBAL TANPA EFEK SAMPING.

0 comments:


Poskan Komentar

Followers

Blog Archive

Berita Sepak Bola

 

Berita Kesehatan dari detikcom

Seputar Gaya Hidup Dari okezone.com

Lifestyle News Dari VivaNews